ASRAMA PUTRA DAN ASRAMA PUTRI SANG TIMUR YOGYAKARTA

  1. Asrama Putra Sang Timur Yogyakarta.

Asrama merupakan tempat tinggal bagi peserta didik yang berasal dari luar daerah terutama luar Yogyakarta. Asrama menjadi tempat yang tak jarang juga dapat menjadi tempat pembinaan bagi peserta didik dalam segala hal terutama dalam bidang keagaaman. Asrama putra sang timur yang terletak di Jl. Sultan Agung No. 50 Gunung Ketur Pakualaman kota Yogyakarta daerah istimewa Yogyakarta 55166. Asrama putra mempunyai beberapa kegiatan yang tentunya dapat membina kerohanian dan kegiatan mengenai pelajaran. Berikut disertakan beberapa kegiatan yang ada di Asrama Putra Sang Timur Yogyakarta.

 KEGIATAN ROHANI :

  • Misa pagi
  • Rekoleksi biasanya diambil hari libur.
  • Doa pagi, doa malam

 

KEGIATAN AKADEMIK

  • Sekolah atau belajar dari jam 07.30 – 13.45 WIB.
  • Dilanjutkan kegiatan ekstra kurikuler (bergantung pemilihan jadwalnya)

KEGIATAN SOSIAL

  • Selama pandemi kami sempat bakti sosial kami memberi beras, biskuit dan semacamnya.
  • Kerja bakti di asrama
  • Mengunjungi makam para suster PIJ di Gunung Sempu.
  • Berolaharaga

 

Asrama Putra Sang Timur Yogyakarta tidak hanya di kelola oleh seorang suster namun juga ada pengelola yang lainnya. Pengelola dari Asrama Putra terbagi menjadi tiga yaitu :

  1. Suster Faustina

Peranan : sebagai kepala asrama yg juga selalu membimbing kami

  1. Suster Serafin

Peranan : sebagai suster yg juga ikut membimbing kami dalam kegiatan berasrama

  1. Bapak Arsel

Peranan :sebagai bapak asrama yg selalu membimbing dalam segala kegiatan asrama.

 

Pendidikan di asrama memang tidak seperti pendidikan di lingkungan sekolah, sebab pendidikan di Asrama juga mengedepankan adanya pendidikan untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain yang juga sama-sama tinggal di Asrama. Beberapa hal yang biasanya diterapkan pada pendidikan di Asrama yaitu ketepatan waktu saat melakukan kegiatan doa pagi atau saat jam makan pagi/siang/ malam ataupun doa malam, adanya budaya salam terhadap orang yang ada disekitar baik suster kepala asrama, suster dan pembimbing asrama ataupun dengan sesama teman yang tinggal di asrama.

Selain itu, Asrama Putra juga menerapkan budaya untuk meminta ijin kepada pemilik barang jika akan meminjam barang, hal ini diterapkan bahwa setiap individu diajarkan untuk dapat menghargai barang milik orang lain dan tidak asal memakai.

By: @yesaya_putra4

 

2. ASRAMA PUTRI SANG TIMUR YOGYAKARTA

 “Pandemi tidak menjadikan halangan untuk kami”. Quotes pendek kami untuk tetap semangat dalam situasi ini. Kami anak Asrama Putri juga ikut terkena imbas dari covid-19, yaa kita tahu sendiri sekarang ini covid-19 sangat merukikan kita semua, termasuk kami. Kegiatan sekolah ofline terganti menjadi online bagi para pelajar seperti kami. Kita diharuskan untuk dirumah saja. Terlebih kami anak rantau yang tinggal di asrama. Tak sedikit dari kami yang memilih untuk pulang ke kampung, hal itu juga demi kenyamanan dan keamanan kami.

Kegiatan pembelajaran yang biasanya di sekolah sekarang berpindah dirumah. Yang biasanya kita bisa bertemu dengan temen, menjadi tertunda selama kurang lebih 1 tahun. Kegiatan belajar online pasti akan lebih berat dibanding ofline, kami harus memahami materi sendiri, walaupun ada bantuan dari aplikasi untuk bertemu  guru secara online seperti zoom, google meet,dll tapi tak sedikit dari kami tidak memahami materi dengan baik ataupun  tidak bisa focus dengan materi yang disampaikan guru. Sama seperti biasa setiap malam kita harus belajar untuk mempersiapkan pembelajaran hari esok.

Kegiatan rohani kami tidak berhenti, setiap pagi kami selalu mengikuti misa dikapel, puji Tuhan sekarang sudah new normal jadi misa dikapel sudah dibolehkan, sebelumnya kami misa secara virtual, melalui tayangan televisi ataupun web. Setiap malam kami pasti berkumpul untuk mendengarkan sabda Tuhan dan doa malam. Itu kami lakukan setiap hari.  Selama pandemi ini kami tidak melakukan kegiatan sosial, demi kenyamanan dan keamanan bersama.

Pembina asrama putri kami yaitu suster Beata, beliau sudah menjadi ibu kedua kami di asrama, suster Beata baik banget walau kadang suka bikin gemes. Tugas suster Beata itu mengasuh kami,melindungi kami, menjaga kami, yaa seperti ibu-ibu pada umumnya. Walau terkadang suster Beata sibuk ngurusin biara, tapi suster tetap ada untuk kami. Selain itu di asrama juga ada 2 ibu pengurus, yaitu ibu Ita dan ibu Dwi. Mereka berdua membantu kami untuk membersihkan asrama, mencuci seragam dan baju, mengurus segala tentang kebersihan asrama.

Selama pandemi ini, aturan yang diterapkan belum terlalu jelas, karena berhubung suster pembina asrama kita baru dan rata-rata anak asrama pulang kampung. Tapi yang pasti aturan yang diterapkan adalah setiap hari wajib ke kapel, wajib belajar sore sampai malam, tidak boleh terlalu sering izin keluar. Setelah pandemi ini berlalu pasti peraturan akan dibuat secara jelas dan resmi.  By: @alexandraechaa

BEBERAPA DOKUMENTER KEGIATAN ASRAMA PUTRA & ASRAMA PUTRI

ASRAMA PUTRA

 

ASRAMA PUTRI

Sooo… buat kamu yang ingin merasakan atmosfir kehidupan di Yogyakarta dan tetap kekeluargaan jangan ragu buat bergabung bersama kami DI SMA KATOLIK SANG TIMUR YOGYAKARTA !

 

SEE YOUUU GAAEESSS… J

 

PERSEMBAHAN FOTO DARI :

  1. Noormala Apriyana @lalaaalila
  2. Debora echa @alexandraechaa
  3. Reka aya ginting @reka_ginting164
  4. Gabriel Santu A. Saragih @aproduct93
  5. Yesaya putra @yesaya_putra4

Pin It on Pinterest

Share This