Nama gamelan sendiri sebenarnya berasal dari dua suku kata “gamel” dan “an”. Adapun Gamel dalam bahasa jawa berarti memukul atau menabuh, sedangkan an dalam bahasa jawa berarti kata benda. Jadi gamelan merupakan suatu aktivitas menabuh yang dilakukan oleh orang zaman dahulu yang kemudian menjadi nama alat musik ansambel. Makna gamelan di KBBI adalah: perangkat alat musik Jawa (Sunda, Bali, dan sebagainya) yang terdiri atas saron, bonang, rebab, gendang, gong, dan sebagainya. Gamelan berbeda dengan karawitan. Gamelan adalah ensembel musik yg biasanya menonjolkan metalofon, gelombang, gendang dan gong. Sedangkan karawitan adalah seni suara daerah baik vokal atau instrumental yg mempunyai klarifikasi dan perkembangan dari daerahnya itu sendiri. Yang digunakan disini adalah Gamelan Jawa. Gamelan Jawa terdiri atas bonang, demung, saron, gambang, kenong, slenthem, rebab, gong, dan kendang. Gamelan Jawa terdiri atas 2 tanggal nada, yaitu pelog dan slendro. Gamelan Jawa menyuguhkan suara yang lembut dan halus. Gamelan Jawa biasanya dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang kulit, wayang orang, ketoprak, tari, upacara Sekaten, perkawinan, khitanan, keagaman, atau pun mengiringi upacara adat.

SMA Katolik Sang Timur Yogyakarta, menambahkan satu jenis ekstrakurikuler yg bermuatan budaya yaitu karawitan.  Karawitan ini mulai ada di SMA Katolik Sang Timur Yogyakarta pada tahun ajaran 2020/2021 dan diberi nama “Nyi Clara Fey”. Dengan adanya karawitan ini yg kelak akan digunakan oleh siswa dan siswi SMA Katolik Sang Timur Yogyakarta, para guru juga tidak kalah ingin menunjukkan aksinya dalam berlatih karawitan. Ini adalah foto para ibu/bapak guru yang sedang latihan gamelan. Bapak/ibu guru tampak serius dan bersemangat saat berlatih gamelan. Belajar gamelan memang mudah mudah sulit, tergantung mau mengikuti instruksi dari pelatih apa tidak. Setelah latihan lebih dari 1 bulan, akhirnya para guru dapat melagukan berbagai tembang dengan lancar. Mulai dari tembang “Suwe Ora Jamu”, “Lancaran Gugur Gunung”, “Sewaka Bakti”, dan lagu “Dolanan Jaranan”.  Walaupun para guru hanya latihan satu kali seminggu, tapi tidak pernah ada kata berhenti untuk belajar. Para guru juga belajar untuk mengingat-ingat nada atau pola dari lagu yang telah dipelajari sebelumnya. Latihan gamelan dimulai dari jam 09.00 sampai jam 11.00. Para guru juga selalu antusias dalam mengikuti segala petunjuk yang diberikan oleh Pak Anom. Pak Anom adalah pelatih karawitan di SMA Katolik Sang Timur Yogyakarta. Beliau merupakan lulusan dari Karawitan ISI. Sebelum memulai latihan, semua guru melakukan pemanasan terlebih dahulu dengan mencoba melakukan pukulan pada  alat musik yang dipegang masing masing. Sehingga, latihan dapat diikuti dengan lancar.

Ditulis oleh : @stevanus.denko

Pin It on Pinterest

Share This